Penderita Lupus Bisa Hamil, Ini Dampak yang Mungkin Terjadi



Meski lupus merupakan salah satu jenis penyakit yang bisa diderita oleh semua jenis kelamin, namun lupus lebih banyak diderita oleh perempuan. Bahkan lebih parahnya penyakit ini sering menyerang wanita di masa produktif. Meski penderita lupus bisa hamil, namun ada beberapa dampak yang bisa mungkin terjadi. Baik bagi ibu hamil maupun janin dalam kandungan.
Keguguran

Meski penderita lupus bisa hamil, namun hal ini juga ikut meningkatkan risiko keguguran yang mungkin terjadi selama masa kehamilan. Risiko ini akan semakin terjadi ketika memasuki trimester pertama. Menurut sebuah data, ada sekitar 10% wanita penderita lupus yang mengalami keguguran. Jadi pastikan Anda lebih berhati-hati menjaga kandungan ya.

Sindrom Antiphospholipid Antibody
Selian keguguran, beberapa kemungkinan yang mungkin terjadi selama masa kehamilan adalah sindrom antiphospholipid antibody. Sindrom antiphospholipid antibody merupakan kondisi di mana terjadi penggumpalan darah di area plasenta yang mampu menyebabkan plasenta tidak berfungsi. Kondisi ini tentu akan membuat perkembangan janin menjadi terhambat.

Preeklamsia
Wanita hamil yang menderita lupus juga berisiko mengalami preeklamsia. Pada umumnya kondisi yang satu ini ditandai dengan tekanan darah yang tinggi dan adanya kandungan protein dalam urine. Biasanya komplikasi ini bisa terjadi ketika usia kehamilan sudah mulai menginjak 20 minggu.

Mengalami Flare Lupus
Sebenarnya apa sih flare lupus itu? Flare lupus merupakan tanda dan gejala di mana penyakit lupus semakin memburuk. Pada umumnya kondisi yang satu ini ditandai dengan pembengkakan di salah satu bagian tubuh dan kulit yang memerah. Jadi jika Anda menemukan indikasi ini selama masa kehamilan, pastikan untuk segera periksakan diri ke dokter.

Neonatal Lupus
Neonatal lupus merupakan gejala penyakit lupus yang dialami oleh bayi baru lahir. Biasanya bayi baru lahir tersebut akan mengalami kulit yang memerah, kekurangan darah, hingga gangguan fungsi hati. Pada umumnya sebagian besar gejala ini akan mulai terjadi pada bayi yang mulai menginjak usia 18 hingga 24 minggu.

Apakah Bayi Tersebut Berisiko Terkena Lupus di Masa Datang?


Hal yang satu ini tentu menjadi salah satu kecemasan setelah melahirkan bayi dengan normal. Apakah penyakit lupus juga akan menurun pada anak? Risiko timbulnya penyakit lupus memang semakin besar jika ada anggota keluarga yang pernah menderitanya. Menurut penelitian keluarga yang terkena lupus meningkatkan risiko 20 kali lebih besar.

Meski demikian hal ini bukanlah jaminan, jadi tak perlu berkecil hati. Pasalnya masih ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang terkena lupus. Jadi pastikan Anda lebih peka dan memperhatikan kondisi bayi Anda.

Meski penderita penyakit lupus bisa hamil, namun ada beberapa risiko yang mungkin terjadi pada ibu hamil dan janin dalam kandungan. Untuk itu, pastikan Anda selalu rutin melakukan check up ke dokter. Selain itu, Anda juga harus lebih waspada terhadap gejala dan komplikasi yang mungkin saja terjadi sama masa kehamilan.

Related Posts

Penderita Lupus Bisa Hamil, Ini Dampak yang Mungkin Terjadi
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Untuk mendapatkan Artikel terbaru, masukkan alamat Email Anda di sini